Panduan Teknis Budidaya Pepaya

Budidaya Pepaya

Melakukan budidaya tanaman pepaya terbilang sangat menguntungkan di sekarang ini. Pasalnya kebutuhan akan buah pepaya kini semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Maka tak heran jika permintaan pasar dari buah pepaya kian menjulang tinggi. Hal semacam inilah yang mengundang para pelaku bisnis untuk beralih membudidayakan pohon pepaya.

Perlu anda ketahui pada saat mencoba budidaya tanaman pepaya maka harus diperhatikan betul. Mulai dari pemilihan dan penyemaian, pengolahan tanah sebagai media tanam, penanaman, pemiliharaan serta perawatan tanaman. Nah, berikut ini cara yang tepat dalam panduan teknis budidaya pepaya.

Beberapa Teknis Budidaya Pepaya

Pemilihan Benih Pepaya

Bibit pepaya tentunya bisa didapatkan dari bibit pilihan. Untuk mendapatkan tanaman pepaya yang sempurna sebanyak-banyaknya diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam memilih bibit potensial. Pasalnya, bibit yang baik diambil dari tanaman pepaya yang dihasilkan oleh tanaman sempurna. Buahnya memanjang, tidak cacat dan bebas  penyakit.

Penyemaian Benih Pepaya

Anda harus memperhatikan benih yang masih kering dan menyiramnya secukupnya, hal tersebut karena benih yang kering harus dalam keadaan lembab agar berkecambah. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi waktu tumbuh pepaya. Coba rendam benih dalam air hangat semalaman. Barulah dapat ditentukan apakah benih tersebut akan tenggelam atau tidak mengapung di air. Siapkan kertas tisu untuk membungkus dan basahi tisu  dengan air. Sebarkan benih yang sudah direndam di atas tisu dan tutupi atau basahi bagian atasnya dengan tisu dan air.

Konversi lahan dan penghijauan

Konversi lahan untuk menanam pepaya di lahan terlantar atau lahan tanpa sawah bertingkat juga dapat ditanami pepaya. Namun, tanah harus dibajak untuk menggemburkannya. Kemudian buatlah bedengan dengan lebar 2m, panjang sesuai bentuk lahan, tinggi 20-30cm. Jarak antar bedengan lebar 50 cm, jarak antar pohon pepaya harus sesuai dengan luas tanam.

Merawat penanaman pepaya

Penanaman kembali pohon dilakukan pada saat pohon mencapai umur 1,5 bulan setelah tanam. Biasanya pohon tersebut tumbuh buruk atau terserang hama sehingga harus dicabut dan diganti dengan pohon baru. Jika menggunakan dua bibit dalam satu lubang tanam, Anda hanya perlu membuang tanaman yang terlihat tidak bagus saja. Anda dapat mengamati tanaman berbunga pertama kali dan tumbuh daun dari ketiak daun pada saat tanaman berumur 4 bulan. Pastikan tidak terserang hama, sehingga perlu juga memberikan pupuk agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pemanenan

Selain itu, tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9 hingga 14 bulan. Frekuensi pemanenan dapat dilakukan setiap 10 hari sekali. Normalnya hasil pepaya sekitar 20 – 35 ton/ha, namun hal ini bergantung pada kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya. Memang buah pepaya harus dipetik mendekati tahap tanaman matang. Cirinya berupa garis-garis kuning pada kulitnya dan rasanya manis.

Sekian ulasan singkat  mengenai Panduan Teknis Budidaya Pepaya, semoga bermanfaat bagi anda dalam memperoleh ilmu baru yang dapat diterapkan.

Previous Post Next Post